Selasa, 20 April 2010






kangen semuanya....

ayah

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,

tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,

tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.

Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…

Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,

Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?

Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.

Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :

“Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.

Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?

Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…

Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama….

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,

Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’)

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..

Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

“Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.

Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .

Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.

Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.

Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”

Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”.

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.

Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.

Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.

Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..

Karena Papa tahu…..

Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya….

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia….

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa….

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….

Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….

Bahagiakanlah ia bersama suaminya…”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…

Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…

Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..



PS : tulisan ini hasil kutipan : )
gue tuh maunya apa sih??

kya nak kecil

apa gue blom siap hidup sendri?

kangen selalu,tiap hari kangen..

kangen dulu, kangen smp, sd,tk..

kangenmasa-masa saat gue gakperlu memikirkan semuanya sendiri, kangen saat gue ga perlu nangis sendirian di pojokan kasur kalo ada masalah..

kangen di peluk ardzathieq..

kangen masakan mama..

kangen dibangunin shalat shubuh sama bapak..

kangen berantem ama de Ryan..

kangen jogging ma temen-temen...

kangen ke sempat..

kangen naek vespanya Adi..

kangen ma kegokilannya nita..

kangen di bonceng ami...

kangen semua..

Kangen banget.

semuaga ada di sini.

Kapan kayak dulu lagi??

Senin, 19 April 2010

dasar saya anak kecil!!

Senin, 05 April 2010

Saat cinta datang
Maka yang kau lihat di sudut langkahmu
Adalah warna-warna indah dunia

Sedang patrilah dalam hatimu
Ingatlah dalam setiap keindahan itu pasti ada
Sesuatu yang mungkin dapat dengan mudah surutkan langkahmu

Saat kau dapat kepak sayap sang cinta
maka ingatlah pula
bahwa ia mungkin kan mencampakkanmu
meninggalkanmu sendirian dengan hati yang terkoyak durja

Tahukah apa itu yang mewarnai hatimu?
Ialah hadirnya cinta yang tempati sudut hati tiap insan

Dan tahukah apa itu yang surutkan langkahmu?
Bukan saat cinta meninggalkanmu,
tapi saaat cinta tak mengerti, tak pahami
Bahwa seorang telah mencintainya...
Yang Perih dari Yang Perih...
There's something wrong with my self
n i don't know what it!!!
i just feel it's not me!
wanna become the real me again.
but i can't..
wanna say something, but i just keep silent.
wanna cry, but i just can smile..

so..
what must i do???

Jumat, 05 Maret 2010

apollo lost one astronout (again)

Gue tau.
tinggal di boarding school itu ga gampang..
kalo aja gue egois, gue juga pasti bakal milih buat ninggalin tempat ini,

Apollo, angkatan gue, angkatan 5 di SMAN CMBBS , kehilangan 1 astronoutnya untuk yg ke3 kalinya..
pertama, dzaky rahmani yang harus pergi pas zaman mabis,
disusul Muhammad Raziqin yg pergi pas akhir smester 1
sekarang.. Annisa Angreany..
harus pergi juga..
temen sekamar gue..
si Ummu jabalah yg paling seneng mungutin sampah..
yang ga tau siapa itu sumanto,
yg selalu pasrah kalo diledekin..
yg sering banyak-banyakan barang warna orange sama gue..

gue tau lo pergi bukan karena lo cengeng nis, bukan karena lo ga kuat hidup di sini..
tapi karena emang itu yg harus lo pilih, gue juga tau ga gampang buat lo ninggalin CM,
gue tau lo udah sayang sama CM, gue tau lo bisa..

Sorry gue blum bsa jadi temen, sahabat atau saudara lo yg baik di CM,
sorry gue selalu ngeledek lo..
sorry gue ga jujur sama lo tentang suatu hal..
sorry for all my mistaakes..
wish u all the best in there..
wish Qatar can be better place than CM for U...
Wherever u are, u still Madanian, U still Apollo, and U still Nisa that i know..
Laft u nis..